Program Budidaya Kepiting KKN Universitas Mataram
Melalui
Pembentukan KUBE Di Desa Sekotong
(klik untuk tampilkan video)
Masyarakat Desa Sekotong bersama dengan Mahasiswa KKN
Universitas Mataram beserta Dosen Pembimbing Lapangan “Dr. Sukardi, S.Pd.,
M.Pd.” telah berhasil melaksanakan program pembentukan KUBE (Kelompok Usaha
Bersama) yang diadakan oleh Universitas Mataram yang bekerjasama dengan Dinas
Sosial yaitu dengan membentuk sebuah usaha Budidaya Kepiting Bakau yang
terletak di Dusun Lendang Re, Desa Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat.
Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan KKN Mahasiswa UNRAM yang
dilaksanakan selama 45 hari.
![]() |
| KUBE Budidaya Kepiting Bakau Desa Sekotong Tengah Bersama Mahasiswa KKN Universitas Mataram |
![]() |
| KUBE Budidaya Kepiting Bakau Desa Sekotong Tengah Bersama Mahasiswa KKN Universitas Mataram |
Pembentukan KUBE (Kelompok Usaha Bersama) di Desa Sekotong,
bertujuan untuk mengurangi atau membantu masyarakat Pra-Sejahtera (tidak
mampu), dan diharapkan agar dapat menciptakan suatu kehidupan yang lebih
produktif dan meningkatkan taraf ekonomi dan kehidupannya dengan memanfaatkan
potensi desa yang ada. tidak hanya masyarakat yang dibentuk sebagai KUBE
(Kelompok Usaha Bersama) saja yang akan menerima manfaat tersebut, namun juga
hal ini akan berdampak pada perekonomian desa dan menciptakan suatu potensi
desa di sana untuk menjadi produktif dan dapat dimanfaatkan dengan baik.
Disisi lain, dengan diadakannya program KUBE (Kelompok Usaha
Bersama) tersebut, diharapkan ke depannya untuk dapat membantu masyarakat
beralih pekerjaannya atau sumber mata pencahariannya dari melakukan penambangan
emas dan gelondongan menjadi Usaha Budidaya Kepiting Bakau. Bahkan di tempat
pengadaan usaha budidaya kepiting tersebut ternyata memiliki potensi lain yaitu
berupa tempat Spot Foto dengan pemandangan pesisir pantai yang indah yang
disajikan dengan pemandangan Pelabuhan Lembar yang terlihat jelas di sana,
kemudian juga memiliki potensi untuk dijadikan taman dan sebagai penyedia jasa
jalur penyebrangan menuju Gili yang ada di sana, yaitu seperti Gili Nanggu,
Gili Tangkong, Gili Sudak dan sebagainya.
Ke depannya juga, akan segera di adakan sebuah lesehan oleh
pemerintah desa yang berlokasi di Ekowisata Mangrove Dusun Tanjung Batu, Desa
Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat. Sehingga kesempatan tersebut juga
tidak akan dilewatkan, karena bersama dengan KUBE Budidaya Kepiting Bakau tersebut dapat
melakukan kolaborasi untuk menciptakan sebuah kuliner kepiting bakau di
Ekowisata Mangrove tersebut. Tentunya hal tersebut akan membantu menarik para
pengunjung untuk datang tidak hanya menikmati Ekowisata Mangrove tersebut,
namun juga akan dapat menikmati Kuliner Kepiting Bakau segar yang dapat
diperoleh dari hasil budidaya kepiting bakau.
Pelaksanaan program tersebut memang bukanlah perkara mudah
dan memiliki berbagai macam tantangan, baik dari segi tempat atau lahan untuk
pembuatan tambak, peralatan, perlengkapan, dan dana pendukung untuk pengadaan
berbagai kebutuhan yang ada serta harus menyaring masyarakat mana saja yang
pantas dan berhak untuk diserahkan tanggung jawab tersebut. Namun program
tersebut berhasil dan sukses dijalankan tidak terlepas dari berbagai dukungan
yang ada, baik itu dari Dosen Pembimbing yang selalu hadir dan membantu,
kemudian masyarakat Desa Sekotong Tengah, pemerintah desa dan berbagai pihak
lainnya.
Pada pembentukan KUBE tersebut, masyarakat sasaran yang
dipilih merupakan seseorang yang memiliki pengalaman dan pengetahuan terkait
kepiting bakau, dan dari pernyataan yang kami terima oleh anggota KUBE yang
terpilih tersebut juga salah satunya pernah melakukan sosialisasi terkait
budidaya kepiting bakau dan kepiting soka, bahkan juga diketahui sebelumnya
memang sudah membuat tambak kepiting dan melakukan budidaya sebelumnya, namun
dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana hingga pemahaman terkait
pelaksanaan budidaya kepiting tersebut membuatnya terhenti dan tidak dapat
berjalan. Menyesuaikan dengan program kami yang diberikan oleh Universitas
Mataram melalui kerja samanya dengan Dinas Sosial yaitu Pembentukan KUBE,
bersama dengan Dosen Pembimbing Lapangan yang memberi dukungan penuh, maka
dilakukanlah pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan KUBE Budidaya Kepiting
Bakau.
Pembentukan KUBE Budidaya Kepiting Bakau tersebut, tentunya
memiliki beberapa tahapan yang harus dilalui. Baik itu melaksanakan rencana
kerja Pembentukan KUBE yang ada, hingga juga melaksanakan pembentukan tambak
kepiting hingga diakhiri dengan pelepasan bibit kepiting, kemudian dilanjutkan
dengan program pemberian pakan oleh KUBE yang terbentuk hingga
panen dan dilanjutkan lagi dari awal yaitu pelepasan bibit kembali dan
seterusnya, yang dengan harapan tentunya akan berlangsung terus menerus dalam
jangka panjang.
Selain budidaya kepiting tersebut, bersama dengan KUBE yang
terbentuk dilakukan juga diskusi terkait pengembangan budidaya tersebut yang
diharapkan ke depannya tidak hanya kepiting bakau, namun juga dengan harapan
besar dapat dilakukan budidaya udang hingga bandeng, hal ini dipengaruhi dan
diperkuat lagi dengan kesesuaian tambak yang digunakan untuk budidaya kepiting
tersebut, ternyata juga dapat digunakan sebagai tempat untuk budidaya bandeng
dan juga udang. 




















Tidak ada komentar:
Posting Komentar